Seperti yang telah dikemukakan bahwa salah satu pembuktian tentang
kebenaran Al qur’an adalah ilmu pengetahuan dari berbagai disiplin yang
diisyaratkan. Memang terbukti, bahwa sekian banyak ayat-ayat Al qur’an
yang berbicara tentang hakikat ilmiah yang tidak dikenal pada masa
turunnya, namu terbukti kebenarannya di tengah-tengah perkembangan ilmu,
seperti :
·
Teori tentang expanding universe (kosmos yang mengembang) (QS 51:47 ).
·
Matahari adalah planet yang bercahaya sedangkan bulan adalah pantulan dari cahaya matahari (QS 10:5).
·
Pergerakan bumi mengelilingi matahari, gerakan lapisa-lapisan yang berasal dari perut bumi, serta bergeraknya gunung sama dengan pergerakan awan (QS 27:88).
·
Zat hijau daun (klorofil)
yang berperanan dalam mengubah tenaga radiasi matahari menjadi tenaga
kimia melalui proses foto sintesis sehingga menghasilkan energy (QS
36:80). bahkan, istilah Al qur’an,
al syajar al akhdhar
(pohon yang hijau) justru lebih tepat dari istilah klorofil (hijau
daun), karena zat-zat tersebut bukan hanya terdapat dalam daun saja tapi
di semua bagian pohon, dahan dan ranting yang warnanya hijau.
· Bahwa manusia diciptakan dari sebagian kecil sperma pria dan yang setelah
fertilisasi (pembuahan) berdempet di dinding rahim (QS 86:6 dan 7; 96:2).
·
Ilmu kesehatan Anak.
Dengan menyusu pada ibunya, bayi yang baru lahir mendapat air susu ibu
yang mengandung colostrum, yang mengakibatkan bayi tersebut jarang
terserang infeksi, terutama infeksi pada usus.
Air susu ibu adalah susu yang paling gampang diperoleh, kapan saja dan
dimana saja. Lebih instant dari susu yang manapun juga serta dapat
diberikan secara hangat dengan suhu yang optimal dan bebas kontaminasi.
Al-Qur'an juga menentukan lamanya seorang bayi menyusu dengan air susu
ibu, dan kemungkinan bagi bayi untuk disusukan kepada ibu-ibu lain
sebagaimana dinyatakan dalam (QS. 2:233)
·
Ilmu Falak
Sesuatu ayat Al-Qur'an diturunkan selain untuk meng-Esakan Allah, juga
untuk memberikan peraturan (syari'at) dan untuk lain-lain, diantaranya
juga untuk memperkenalkan isi alam raya ini kepada manusia, jauh sebelum
para ilmuwan menemukan rahasianya. Pergantian2 siang dan malam
berputar-putar ini diibaratkan serban orang Arab yang berputar-putar
dikepala, ini tampak terlihat bila kita berada pada pesawat ruang
angkasa yang sedang meninggalkan ataupun sedang kembali kebumi. Dengan
begitu, melalui potongan ayat 5 Surah Az-Zumar yang berbunyi :
'.... Dia menggulungkan malam atas siang dan menggulungkan siang atas malam...."
Seakan-akan Allah Swt menjelaskan kepada umat manusia bahwa :
Bumi berotasi (berputar) pada sumbunya, Bumi bulat adanya
Sebab apabila saja terjadi misalnya kejadian bumi tidak bulat ataupun
bumi tidak berotasi pada sumbunya, maka salah satu hal tersebut terjadi,
maka sebagai tempat dipermukaan bumi yang berada di Khatulistiwa
sekalipun akan mengalami keadaan malam berkepanjangan, sebaliknya lokasi
yang tegak lurus dengan tempat tersebut akan mengalami keadaan siang
berkepanjangan.
·
Bumi
Berbicara mengenai bumi, maka sama seperti pokok-pokok yang
dibicarakan mengenai penciptaan benda-benda lainnya, ayat yang mengenai
bumi ini adalah tersebar diseluruh Qur'an. Untuk mengelompokkannya
tidaklah mudah. Untuk terangnya pembahasan ini, pertama kita dapat
memisahkan ayat-ayat yang biasanya membicarakan bermacam-macam persoalan
akan tetapi ayat-ayat tersebut mempunyai ciri umum, yaitu mengajak
manusia untuk memikirkan nikmat-nikmat Tuhan dengan memakai
contoh-contoh. Ada lagi kelompok ayat-ayat yang dapat dipisahkan, yaitu
ayat-ayat yang membicarakan soal-soal khusus seperti :
Siklus (peredaran) air dan lautan
Dataran Bumi
Atmosfir bumi
·
Siklus Air dan Lautan
Jika pada waktu ini kita membaca ayat-ayat Qur'an yang mengenai air
dan kehidupan manusia, ayat demi ayat, semuanya akan nampak kepada kita
sebagai ayat-ayat yang menunjukkan hal yang sudah jelas. Sebabnya adalah
sederhana; pada jaman kita sekarang ini, kita semua mengetahui siklus
air dalam alam, meskipun pengetahuan kita itu tidak tepat
keseluruhannya. Tetapi jika kita memikirkan konsep-konsep lama yang
bermacam-macam mengenai hal ini, kita akan mengetahui bahwa ayat-ayat
Qur'an tidak menyebutkan hal-hal yang ada hubungannya dengan konsep
mistik yang tersiar dan mempengaruhi pemikiran filsafat secara lebih
besar daripada hasil-hasil pengamatan. Dalam ayat-ayat Qur'an tidak
terdapat konsepsi yang salah, malah semakin ilmiah saja.
"Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfa'atnya lalu Kami
tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam,
dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang
bersusun-susun, untuk menjadi rezki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami
hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah
terjadinya kebangkitan." (QS. 50:9-11)
"Dan kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami
jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar
berkuasa menghilangkan. Lalu dengan air itu, Kami tumbuhkan untuk kamu
kebun-kebun kurma dan anggur; di dalam kebun-kebun itu kamu peroleh
buah-buahan yang banyak dan sebahagian dari buah-buahan itu kamu
makan."(QS. 23:18-19)
·
Lautan
Sebagaimana ayat-ayat Qur'an telah memberikan bahan perbandingan
dengan ilmu pengetahuan modern mengenai siklus air dalam alam pada
umumnya, hal tersebutakan kita rasakan juga mengenai lautan. Tidak ada
ayat AL-Qur'an yang mengisahkan mengenai kelautan yang bertentangan
dengan ilmu pengetahuan. Begitu juga perlu digaris bawahi bahwa tidak
ada ayat Qur'an yang membicarakan tentang lautan menunjukkan hubungan
dengan kepercayaan -kepercayaan atau mitos atau takhayul yang Terdapat
pada jaman Qur'an diwahyukan.
Beberapa ayat yang mengenai lautan dan pelayaran mengemukakan
tanda-tanda kekuasaan Tuhan yang nampak dalam pengamatan sehari-hari,
dimana semua itu untuk dipikirkan.
Ayat-ayat tersebut adalah :
"Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air
hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu
berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan
bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan
kehendak-Nya, dan Dia telah Menundukkan (Pula) bagimu Sungai-sungai."
(QS. 14:32)
·
Atmosfir Bumi
Dalam beberapa aspek yang mengenai langit secara khusus dan yang telah
kita bicarakan dalam posting-posting yang lalu, Qur'an memuat beberapa
paragraf yang ada hubunnnya dengan fenomena-fenomena yang terjadi dalam
atmosfir.
Mengenai
hubungannya paragraf-paragraf Qur'an tersebut dengan hasil-hasil Sains
Modern, kita dapatkan seperti yang sudah-sudah dilain persoalan tidak
adanya kontradiksi dengan pengetahuan ilmiah yang sudah dikuasai manusia
sekarang tentang fenomena-fenomena yang disebutkan.
·
Ketinggian (Altitude)
Sesungguhnya ini adalah pemikiran sederhana terhadap rasa, 'tidak
enak' yang dirasakan orang ditempat yang tinggi, dan yang akan
bertambah-tambah jika orang itu berada dalam tempat yang lebih tinggi
lagi, hal ini dijelaskan dalam Surah Al-An'aam ayat 125:
·
Listrik di Atmosfir
Listrik yang ada diatmosfir dan akibat-akibatnya seperti guntur dan
butir-butir es disebutkan dalam beberapa ayat sebagiamana berikut :
"Dia-lah yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan
ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung. Dan guruh itu
bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena
takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya
kepada siapa yang Dia Kehendaki, daN mereka berbAntah-bantahaN tentang
AllAh, dan dia-lAh Tuhan Yang Maha keras sIksa-Nya." (QS. 13:12-13)
Surah An-nur ayat 43.
"Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian
mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya
bertindih-tindih, maka kelihatan olehmu hujan keluar dari celah-celahnya
dan Allah (juga) menurunkan (butiran -butiran) es dari langit, (yaitu)
dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung -gunung, maka
ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang
dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya.
Kilauan kilat awan itu Hampir-hampir menghilangkaN penglihatan." (QS.
24:43)
Dalam dua
ayat tersebut digambarkan hubungan yang erat antara terbentuknya awan
-awan berat yang mengandung hujan atau butiran-butiran es dan
terbentuknya guntur.
Yang pertama sangat dicari orang karena manfaatnya dan yang kedua
ditolak orang. Turunnya guntur adalah keputusan Allah. Hubungan antara
kedua fenomena atmosfir sesuai dengan pengetahuan tentang listrik
atmosfir yang sudah dimiliki oleh manusia sekarang.
·
Bayangan Fenomena yang sangat luar biasa dijaman kita, yaitu bayangan dan pergeserannya disebutkan dalam ayat-ayat berikut :
"Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia
memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang; dan kalau Dia menghendaki
niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan
matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu." (QS. 25:45)
[10] Contohnya juga, para ulam menafsirkan arti kata al ‘alaq dalam ayat-ayat yang menerangkan proses kejadian janin dengan
al-dam al-jamid atau segumpal darah yang beku. Dan dapat disimpulkan bahwa proses kejadian manusia terdiri atas lima periode : (1)
Al-Nuthfah; (2)
Al ‘Alaq; (3)
AL-Mudhghah; (4)
Al-Idzam; dan (5)
Al-Lahm.
Apabila seseorang mempelajari embriologi dan percaya akan kebenaran Al
qur’an, maka dia sulit menafsirkan al-‘alaq tersebut dengan segumpal
darah yang beku. Menurut embriologi, proses kejadian manusia terbagi
dalam tiga periode :
Periode Ovum
Periode Embrio
Periode foetus
[11] Demikian seterusnya, sehingga amat tepatlah kesimpulan yang dikemukakan oleh Dr. Maurice Bucaille dalam bukunya
Al-Qur’an,
Bible dan sains
Modern, bahwa tidak satu ayat pun dalam Al qur’an yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan.