|
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN
KONSELING
|
1. Topik Bahasan : Strategi Belajar
2. Bidang Bimbingan : Belajar
3. Fungsi /Layanan : Pemahaman /
Informasi
4. Sasaran Layanan/Semester : Kelas IX A
5. Tempat Penyelenggaraan : Ruang Kelas IX A
6. Waktu Penyelenggaraan : Selasa, 5 Januari 2014
7. Pihak-pihak yang Dilibatkan
: Siswa
8. Metode : Ceramah dan
tanya jawab
9. Tujuan Layanan :
a. Siswa mampu menerapkan
strategi belajar yang baik.
b. Siswa dapat memahami apa saja strategi belajar yang
baik
10.
Materi :
a. Pengertian strategi belajar
b. Macam – macam strategi
belajar
c. Prinsip strategi belajar
c. Prinsip strategi belajar
d. Strategi belajar efektif dan efisien
( materi lengkap terlampir).
( materi lengkap terlampir).
11. Uraian
Kegiatan/Skenario
a. Kegiatan Pendahuluan :
1)
Menyampaikan salam pembuka kepada siswa
2)
Membaca doa
3)
Membangun rapport
4)
Apersepsi
5)
Menyampaikan judul materi yang
akan dibahas
6)
Menyampaikan tujuan pemberian materi
b.
Kegiatan
Inti :
1)
Mengamati ( learning To know) àBerpikir
a)
Meyampaikan materi tentang strategi belajar.
b)
Siswa mengamati materi yang
disampaikan oleh konselor.
2)
Menanya ( learning To know) à Merasa
a) Memberikan umpan balik kepada siswa berupa pertanyaan mengenai
materi yang dijelaskan.
b) Memberi kesempatan siswa bertanya mengenai materi yang telah disampaikan.
3)
Mengumpulkan Informasi (learning To know)àBersikap
a)
Konselor
menjawab pertanyaan dari siswa terkait materi yang dijelaskan.
b)
Memberikan
kejelasan mengenai materi yang telah disampaikan sebelumnya.
4)
Mengasosiasi ( Learning to do)àBertindak
a)
Memberikan pertanyaan
apa yang akan siswa lakukan setelah mengikuti layanan tersebut
5)
Mengkomunikasikan (learning To Live Together)àBertanggungjawab
a)
Menyimpulkan materi yang
telah disampaikan
b)
Menjelaskan tindak lanjut dari layanan yang telah disampaikan
c.
Kegiatan Penutup :
1) Menanyakan tentang UCA
2)
Memberikan
refleksi
3)
Membaca doa
4)
Menutup
pertemuan dan mengucapkan salam
12.
Sumber/Bahan, Media, dan Alat :
a.
Sumber :
1. http://forum.upi.edu. idha kusmawati. indoskripsi.com , diunduh pada tanggal 22
September 2014
2. http://www.jakartalantern.com/content/self-development/71-cara-belajar-efektif.html , diunduh pada tanggal 22 September 2014
3. http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://1.bp.blogspot.com/_yMnGrl2U4Lg/TF_6GERLS4I/AAAAAAAAAAw/XK1hgduYv7c/s1600/guru-word.jpg&imgrefurl=http://sharingwithmeandyou.blogspot.com/2010/08/strategi-belajar.html&usg, diunduh pada tanggal 22 September 2014
b. Media : Power point
c.
Alat : Leptop dan Spidol
13.
Rencana Penilaian
a.
Penilaian Hasil
Laiseg :
1)
Pemahaman
(Understanding)
2)
Sikap/perasaan positif (Comfortable)
3)
Ketrampilan/rencana kegiatan (Action)
b. Penialaian Proses
Penilaian
proses mengacu pada sikap peserta didik yaitu keterbukaan, ketekunan belajar,
kerajinan, tenggang rasa, kedisiplinan, kerjasama, ramah terhadap teman, hormat
pada orang tua,kejujuran, menepati janji dan kepedulian.
Semarang , 24 Desember 2014
STRATEGI
BELAJAR
A. Pengertian Strategi
Belajar
Strategi belajar adalah salah satu
cara yang dapat digunakan oleh siswa untuk dapat belajar mengolah pikiran
sendiri. Sedangkan posisi guru, lebih diharapkan mengembangkan atau mencari
alternatif yang digunakan untuk membimbing siswa.
Strategi belajar mengacu pada
perilaku dan proses-proses berpikir yang digunakan oleh siswa dalam
mempengaruhi hal-hal yang dipelajari, termasuk proses memori dan metakognitif.
Michael Pressley menyatakan bahwa
strategi ini adalah operator-operator kognitif meliputi dan terdiri atas
proses-proses yang secara langsung terlibat dalam menyelesaikan suatu tugas
(belajar).
Strategi belajar tersebut merupakan
strategi-strategi yang digunakan siswa untuk memecahkan masalah belajar
tertentu. Untuk menyelesaikan tugas belajar siswa memerlukan keterlibatan dalam
proses-proses berpikir dan perilaku, membaca sepintas judul-judul utama,
meringkas, dan membuat catatan, di samping itu juga memonitor jalan berpikir
diri sendiri. Nama lain untuk strategi tersebut adalah strategi kognitif, sebab
strategi tersebut lebih dekat pada hasil belajar kognitif daripada
tujuan-tujuan belajar perilaku.
Norman juga memberikan argumen yang
kuat tentang pentingnya pengajaran strategi. Pengajaran strategi belajar
berlandaskan pada dalil bahwa keberhasilan belajar siswa sebagian besar
bergantung pada kemahiran untuk belajar secara mandiri dan memonitor belajar
mereka sendiri. Ini menjadikan strategi tersebut mutlak diajarkan kepada siswa
secara tersendiri, mulai dari kelas-kelas rendah sekolah dasar dan terus
berlanjut sampai sekolah menengah dan pendidikan tinggi.
Tujuan utama pengajaran strategi
belajar menurut Wienstein dan Meyer adalah mengajarkan siswa untuk belajar atas
kemauan dan kemampuan diri sendiri. Merupakan hal yang aneh apabila kita
mengharapkan siswa belajar, namun jarang mengajarkan mereka tentang belajar.
Siswa yang dapat belajar atas kemauan
dan kemampuan diri-sendiri dengan strategi belajar tertentu dikatakan sebagai
pembelajaran mandiri. Menurut Arends, pembelajar mandiri (self regulated
learner) adalah pembelajaran yang dapat melakukan empat hal penting, yaitu:
1.
Secara cermat mendiagnosis
suatu situasi pembelajaran tertentu.
2.
Memilih suatu strategi belajar
tertentu untuk menyelesaikan masalah belajar tertentu yang dihadapi.
3.
Memonitor keefektifan strategi
tersebut.
4.
Cukup termotivasi untuk
terlibat dalam situasi belajar tersebut sampai masalah tersebut terselesaikan.
B. Macam-macam Strategi
Belajar
Pengajaran yang baik adalah
pengajaran yang meliputi mengajar siswa tentang bagaimana belajar, bagaimana
mengingat, bagaimana berfikir dan bagaimana memotivasi diri mereka sendiri.
Pembelajaran strategi lebih menekankan pada kognitif, sehingga pembelajaran ini
dapat disebut dengan strategi kognitif. Strategi belajar dapat dibedakan
menjadi empat macam, yaitu:
1.
Strategi Mengulang (Rehearsal)
Strategi mengulang terdiri dari
strategi mengulang sederhana (rote rehearsal) dengan cara mengulang-ulang dan
strategi mengulang kompleks dengan cara menggaris bawahi ide-ide utama (under
lining) dan membuat catatan pinggir (marginal note).
2.
Strategi Elaborasi
Elaborasi adalah proses penambahan
rincian sehingga informasi baru akan menjadi lebih bermakna, oleh karena itu
membuat pengkodean lebih mudah dan lebih memberi kepastian.(Nur,2000:30).
Strategi ini dapat dibedakan menjadi : 1). Notetaking (pembuatan catatan);
pembuatan catatan membantu siswa dalam mempelajari informasi secara ringkas dan
padat untuk menghafal atau pengulangan. Metode ini digunakan pada bahan ajar
kompleks, bahan ajar konseptual dimana tugas yang penting adalah
mengidentifikasi ide-ide utama.Membuat catatan memerlukan proses mental maka
lebih efektif daripada hanya sekedar menyalin apa yang dibaca, 2) Analogi yaitu
perbandingan-perbandingan yang dibuat untuk menunjukkan kesamaan antara
cirri-ciri pokok sesuatu benda atau ide-ide, selain itu seluruh cirinya
berbeda, seperti sistem kerja otak dengan komputer dan 3) Metode PQ4R adalah
preview,question, read, reflect, recite dan review. Prosedur PQ4R memusatkan
siswa pada pengorganisasian informasi bermakna dan melibatkan siswa pada
strategi-strategi yang efektif.
3.
Strategi Organisasi
Strategi Organisasi bertujuan
membantu siswa meningkatkan kebermaknaan materi baru, terutama dilakukan dengan
mengenakan struktur-struktur peng-organisasian baru pada materi-materi
tersebut. Strategi organisasi mengidentifikasi ide-ide atau fakta-fakta kunci
dari sekumpulan informasi yang lebih besar. Strategi ini meliputi : 1).
Pembuatan Kerangka (Outlining); dalam pembuatan kerangka garis besar, siswa
belajar menghubungkan berbagai macam topik atau ide dengan beberapa ide utama,
2). Pemetaan ( mapping) biasa disebut pemetaan konsep di dalam pembuatannya
dilakukan dengan membuat suatu sajian visual atau suatu diagram tentang
bagaimana ide-ide penting atas suatu topik tertentu dihubungkan satu sama lain,
3) Mnemonics; berhubungan dengan teknik-teknik atau strategi-strategi untuk
membantu ingatan dengan membantu membentuk assosiasi yang secara alamiah tidak
ada. Suatu mnemonics membantu untuk mengorganisasikan informasi yang mencapai
memori kerja dalam pola yang dikenal sedemikian rupa sehingga informasi
tersebut lebih mudah dicocokkan dengan pola skema di memori jangka panjang.
Contoh mnemonics yaitu : a). Chunking (pemotongan) b). Akronim (singkatan), c).
Kata berkait (Link-work) : suatu mnemonics untuk belajar kosa kata bahasa
asing.
4.
Strategi Metakognitif
Metakognitif adalah pengetahuan
seseorang tentang pembelajaran diri sendiri atau berfikir tentang kemampuannya
untuk menggunakan strategi-strategi belajar tertentu dengan benar.(Arends,
1997:260). Metakognitif mempunyai dua komponen yaitu (1) pengetahuan tentang
kognitif yang terdiri dari informasi dan pemahaman yang dimiliki seorang
pebelajar tentang proses berfikirnya sendiri dan pengetahuan tentang berbagai
strategi belajar untuk digunakan dalam suatu situasi pembelajaran tertentu, (2)
mekanisme pengendalian diri seperti pengendalian dan monitoring kognitif. (Nur,
2000:41)
C.
Prinsip-prinsip belajar:
1.
Belajar memerlukan dorongan
atau motivasi
2.
Belajar memerlukan pemusatan
perhatian pada hal-hal yang sedang dipelajari
3.
Berusaha untuk lebih mengerti
terlebih dahulu sebelum dihafal
4.
Sering mengulang hal-hal yang
telah dipelajari
5.
Yakinkan bahwa yang setiap
dipelajari akan berguna nantinya
6.
Setelah belajar perlu istirahat
7.
Yakinkan bahwa hal-hal yang
telah dipelajari dapat dimanfaatkan untuk mempelajari yang lain (transfer
pengetahuan)
8.
Belajar dengan ekspresi
(mengutarakan kembali dengan bahasa sendiri)
9.
Hindari hal-hal yang dapat mengganggu
atau menghambat dalam belajar
D.
Strategi Belajar Efektif dan Efisien
Belajar efektif dan efisien
memerlukan strategi, artinya peserta didik perlu menempuh dan melakukan hal-hal
yang mendukung keberhasilan belajarnya. Hal yang sangat penting dipahami
peserta didik antara lain prinsip-prinsip dalam belajar, rencana belajar,
sarana belajar, teknik mempelajari buku, membuat catatan pengaturan waktu
belajar dan sebagainya.
Berikut merupakan beberapa tips dalam strategi belajar:
1. Bertanggung jawab atas dirimu
sendiri.
Tanggung jawab merupakan tolok ukur
sederhana di mana kamu sudah mulai berusaha menentukan sendiri prioritas, waktu
dan sumber-sumber terpercaya dalam mencapai kesuksesan belajar.
2. Pusatkan dirimu terhadap
nilai dan prinsip yang kamu percaya.
Tentukan sendiri mana yang penting
bagi dirimu. Jangan biarkan teman atau
orang lain mendikte kamu apa yang penting.
3. Kerjakan dulu mana yang
penting.
Kerjakanlah dulu prioritas-prioritas
yang telah kamu tentukan sendiri. Jangan
biarkan orang lain atau hal lain memecahkan perhatianmu dari tujuanmu.
4. Anggap dirimu berada dalam
situasi "co-opetition" (bukan situasi "win-win" lagi).
"Co-opetition" merupakan
gabungan dari kata "cooperation" (kerja sama) dan
"competition" (persaingan).
Jadi, selain sebagai teman yang membantu dalam belajar bersama dan
banyak memberikan masukkan/ide baru dalam mengerjakan tugas, anggaplah dia
sebagai sainganmu juga dalam kelas.
Dengan begini, kamu akan selalu terpacu untuk melakukan yang terbaik (do
your best) di dalam kelas.
5. Pahami orang lain, maka
mereka akan memahamimu.
Ketika kamu ingin membicarakan suatu
masalah akademis dengan guru/dosenmu, misalnya mempertanyakan nilai matematika
atau meminta dispensasi tambahan waktu untuk mengumpulkan tugas, tempatkan
dirimu sebagai guru/dosen tersebut. Nah,
sekarang coba tanyakan pada dirimu, kira-kira argumen apa yang paling pas untuk
diberikan ketika berada dalam posisi guru/dosen tersebut.
6. Cari solusi yang lebih
baik.
Bila kamu tidak mengerti bahan yang
diajarkan pada hari ini, jangan hanya membaca ulang bahan tersebut. Coba cara lainnya. Misalnya, diskusikan bahan tersebut dengan
guru/dosen pengajar, teman, kelompok belajar atau dengan pembimbing
akademismu. Mereka akan membantumu
untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik.
7.
Suasana Hati
Ciptakan selalu mood yang positif
untuk belajar. Ini bisa dilakukan dengan menentukan waktu, lingkungan dan sikap
belajar yang sesuai dengan pribadimu.
8.
Pemahaman
Tandai informasi bahan pelajaran yang
tidak kamu mengerti dalam satu unit. Fokuskan pada unit tersebut atau melakukan
beberapa kelompok latihan untuk unit itu.
9. Ulang
Setelah belajar satu unit, berhentilah
dan ulang bahan dari unit tersebut dengan kata-kata yang kamu buat sendiri.
10.
Telaah
Kembalilah pada unit yang tidak kamu mengerti dan
pelajari kembali keterangan yang ada.
Lihatlah informasi yang terkait pada artikel, buku teks atau sumber
lainnya, atau diskusikan dengan teman atau guru/dosen.
11. Pelajari Kembali
Pelajari kembali materi pelajaran yang
sudah dipelajari. Ingatlah strategi yang
telah membantu kamu mengerti atau mengingat informasi. Jadi, terapkan strategi tersebut untuk cara
belajarmu berikutnya.
RSS Feed
Twitter
07.39
Unknown
0 komentar:
Posting Komentar
silahkan komentar dengan sopan!