Rabu, 24 Desember 2014

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING
 




1.      Topik Bahasan                                     : Strategi Belajar
2.      Bidang Bimbingan                              : Belajar
3.      Fungsi /Layanan                                  : Pemahaman / Informasi
4.      Sasaran Layanan/Semester                  : Kelas IX A
5.      Tempat Penyelenggaraan                    : Ruang Kelas IX A
6.      Waktu Penyelenggaraan                      : Selasa, 5 Januari 2014
7.      Pihak-pihak yang Dilibatkan               : Siswa     
8.      Metode                                                : Ceramah dan tanya jawab
9.      Tujuan Layanan                                   :
a.       Siswa mampu menerapkan strategi belajar yang baik.
b.      Siswa dapat memahami apa saja strategi belajar yang baik
10.  Materi                                                  : a. Pengertian strategi belajar
                                                               b. Macam – macam strategi belajar
                                                               c. Prinsip strategi belajar
                                                               d. Strategi belajar efektif dan efisien
                                                              ( materi lengkap terlampir).
11.  Uraian Kegiatan/Skenario                  
a.       Kegiatan Pendahuluan             :
1)      Menyampaikan salam pembuka kepada siswa
2)      Membaca doa
3)      Membangun rapport
4)      Apersepsi
5)      Menyampaikan judul materi yang akan dibahas
6)      Menyampaikan tujuan pemberian materi
b.      Kegiatan Inti                            :
1) Mengamati ( learning To know) àBerpikir
a)      Meyampaikan materi tentang strategi belajar.
b)      Siswa mengamati materi yang disampaikan oleh konselor.
2) Menanya ( learning To know) à Merasa
a)      Memberikan umpan balik kepada siswa berupa pertanyaan mengenai materi yang dijelaskan.
b)      Memberi kesempatan siswa bertanya mengenai materi  yang telah disampaikan.
3) Mengumpulkan Informasi (learning To know)àBersikap
a)      Konselor menjawab pertanyaan dari siswa terkait materi yang dijelaskan.
b)      Memberikan kejelasan mengenai materi yang telah disampaikan sebelumnya.
4)      Mengasosiasi ( Learning to do)àBertindak
a)      Memberikan pertanyaan apa yang akan siswa lakukan setelah mengikuti layanan tersebut
5) Mengkomunikasikan (learning To Live Together)àBertanggungjawab
a)      Menyimpulkan materi yang telah disampaikan
b)      Menjelaskan tindak lanjut dari layanan yang telah disampaikan
c.       Kegiatan Penutup                     :
1) Menanyakan tentang UCA
2) Memberikan refleksi
3) Membaca doa
4) Menutup pertemuan dan mengucapkan salam

12.  Sumber/Bahan, Media, dan Alat         :
a.       Sumber :
1.      http://forum.upi.edu. idha kusmawati. indoskripsi.com , diunduh pada tanggal 22 September  2014

b.      Media     : Power point
c.       Alat         : Leptop dan Spidol

13.  Rencana Penilaian                              
a.       Penilaian Hasil
      Laiseg                                    :
1)      Pemahaman (Understanding)
2)      Sikap/perasaan positif (Comfortable)
3)      Ketrampilan/rencana kegiatan (Action)
b.      Penialaian Proses
Penilaian proses mengacu pada sikap peserta didik yaitu keterbukaan, ketekunan belajar, kerajinan, tenggang rasa, kedisiplinan, kerjasama, ramah terhadap teman, hormat pada orang tua,kejujuran, menepati janji dan kepedulian.                       
             

                                                                                                                                                                                           Semarang , 24 Desember 2014
               









STRATEGI BELAJAR

A.    Pengertian Strategi Belajar
Strategi belajar adalah salah satu cara yang dapat digunakan oleh siswa untuk dapat belajar mengolah pikiran sendiri. Sedangkan posisi guru, lebih diharapkan mengembangkan atau mencari alternatif yang digunakan untuk membimbing siswa.
Strategi belajar mengacu pada perilaku dan proses-proses berpikir yang digunakan oleh siswa dalam mempengaruhi hal-hal yang dipelajari, termasuk proses memori dan metakognitif.
Michael Pressley menyatakan bahwa strategi ini adalah operator-operator kognitif meliputi dan terdiri atas proses-proses yang secara langsung terlibat dalam menyelesaikan suatu tugas (belajar).
Strategi belajar tersebut merupakan strategi-strategi yang digunakan siswa untuk memecahkan masalah belajar tertentu. Untuk menyelesaikan tugas belajar siswa memerlukan keterlibatan dalam proses-proses berpikir dan perilaku, membaca sepintas judul-judul utama, meringkas, dan membuat catatan, di samping itu juga memonitor jalan berpikir diri sendiri. Nama lain untuk strategi tersebut adalah strategi kognitif, sebab strategi tersebut lebih dekat pada hasil belajar kognitif daripada tujuan-tujuan belajar perilaku.
Norman juga memberikan argumen yang kuat tentang pentingnya pengajaran strategi. Pengajaran strategi belajar berlandaskan pada dalil bahwa keberhasilan belajar siswa sebagian besar bergantung pada kemahiran untuk belajar secara mandiri dan memonitor belajar mereka sendiri. Ini menjadikan strategi tersebut mutlak diajarkan kepada siswa secara tersendiri, mulai dari kelas-kelas rendah sekolah dasar dan terus berlanjut sampai sekolah menengah dan pendidikan tinggi.
Tujuan utama pengajaran strategi belajar menurut Wienstein dan Meyer adalah mengajarkan siswa untuk belajar atas kemauan dan kemampuan diri sendiri. Merupakan hal yang aneh apabila kita mengharapkan siswa belajar, namun jarang mengajarkan mereka tentang belajar.
Siswa yang dapat belajar atas kemauan dan kemampuan diri-sendiri dengan strategi belajar tertentu dikatakan sebagai pembelajaran mandiri. Menurut Arends, pembelajar mandiri (self regulated learner) adalah pembelajaran yang dapat melakukan empat hal penting, yaitu:
1.      Secara cermat mendiagnosis suatu situasi pembelajaran tertentu.
2.      Memilih suatu strategi belajar tertentu untuk menyelesaikan masalah belajar tertentu yang dihadapi.
3.      Memonitor keefektifan strategi tersebut.
4.      Cukup termotivasi untuk terlibat dalam situasi belajar tersebut sampai masalah tersebut terselesaikan.
B.     Macam-macam Strategi Belajar
Pengajaran yang baik adalah pengajaran yang meliputi mengajar siswa tentang bagaimana belajar, bagaimana mengingat, bagaimana berfikir dan bagaimana memotivasi diri mereka sendiri. Pembelajaran strategi lebih menekankan pada kognitif, sehingga pembelajaran ini dapat disebut dengan strategi kognitif. Strategi belajar dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu:
1.       Strategi Mengulang (Rehearsal)
Strategi mengulang terdiri dari strategi mengulang sederhana (rote rehearsal) dengan cara mengulang-ulang dan strategi mengulang kompleks dengan cara menggaris bawahi ide-ide utama (under lining) dan membuat catatan pinggir (marginal note).
2.      Strategi Elaborasi
Elaborasi adalah proses penambahan rincian sehingga informasi baru akan menjadi lebih bermakna, oleh karena itu membuat pengkodean lebih mudah dan lebih memberi kepastian.(Nur,2000:30). Strategi ini dapat dibedakan menjadi : 1). Notetaking (pembuatan catatan); pembuatan catatan membantu siswa dalam mempelajari informasi secara ringkas dan padat untuk menghafal atau pengulangan. Metode ini digunakan pada bahan ajar kompleks, bahan ajar konseptual dimana tugas yang penting adalah mengidentifikasi ide-ide utama.Membuat catatan memerlukan proses mental maka lebih efektif daripada hanya sekedar menyalin apa yang dibaca, 2) Analogi yaitu perbandingan-perbandingan yang dibuat untuk menunjukkan kesamaan antara cirri-ciri pokok sesuatu benda atau ide-ide, selain itu seluruh cirinya berbeda, seperti sistem kerja otak dengan komputer dan 3) Metode PQ4R adalah preview,question, read, reflect, recite dan review. Prosedur PQ4R memusatkan siswa pada pengorganisasian informasi bermakna dan melibatkan siswa pada strategi-strategi yang efektif.
3.      Strategi Organisasi
Strategi Organisasi bertujuan membantu siswa meningkatkan kebermaknaan materi baru, terutama dilakukan dengan mengenakan struktur-struktur peng-organisasian baru pada materi-materi tersebut. Strategi organisasi mengidentifikasi ide-ide atau fakta-fakta kunci dari sekumpulan informasi yang lebih besar. Strategi ini meliputi : 1). Pembuatan Kerangka (Outlining); dalam pembuatan kerangka garis besar, siswa belajar menghubungkan berbagai macam topik atau ide dengan beberapa ide utama, 2). Pemetaan ( mapping) biasa disebut pemetaan konsep di dalam pembuatannya dilakukan dengan membuat suatu sajian visual atau suatu diagram tentang bagaimana ide-ide penting atas suatu topik tertentu dihubungkan satu sama lain, 3) Mnemonics; berhubungan dengan teknik-teknik atau strategi-strategi untuk membantu ingatan dengan membantu membentuk assosiasi yang secara alamiah tidak ada. Suatu mnemonics membantu untuk mengorganisasikan informasi yang mencapai memori kerja dalam pola yang dikenal sedemikian rupa sehingga informasi tersebut lebih mudah dicocokkan dengan pola skema di memori jangka panjang. Contoh mnemonics yaitu : a). Chunking (pemotongan) b). Akronim (singkatan), c). Kata berkait (Link-work) : suatu mnemonics untuk belajar kosa kata bahasa asing.
4.      Strategi Metakognitif
Metakognitif adalah pengetahuan seseorang tentang pembelajaran diri sendiri atau berfikir tentang kemampuannya untuk menggunakan strategi-strategi belajar tertentu dengan benar.(Arends, 1997:260). Metakognitif mempunyai dua komponen yaitu (1) pengetahuan tentang kognitif yang terdiri dari informasi dan pemahaman yang dimiliki seorang pebelajar tentang proses berfikirnya sendiri dan pengetahuan tentang berbagai strategi belajar untuk digunakan dalam suatu situasi pembelajaran tertentu, (2) mekanisme pengendalian diri seperti pengendalian dan monitoring kognitif. (Nur, 2000:41)
C.      Prinsip-prinsip belajar:
1.      Belajar memerlukan dorongan atau motivasi
2.      Belajar memerlukan pemusatan perhatian pada hal-hal yang sedang dipelajari
3.      Berusaha untuk lebih mengerti terlebih dahulu sebelum dihafal
4.      Sering mengulang hal-hal yang telah dipelajari
5.      Yakinkan bahwa yang setiap dipelajari akan berguna nantinya
6.      Setelah belajar perlu istirahat
7.      Yakinkan bahwa hal-hal yang telah dipelajari dapat dimanfaatkan untuk mempelajari yang lain (transfer pengetahuan)
8.      Belajar dengan ekspresi (mengutarakan kembali dengan bahasa sendiri)
9.      Hindari hal-hal yang dapat mengganggu atau menghambat dalam belajar
D.      Strategi Belajar Efektif dan Efisien
Belajar efektif dan efisien memerlukan strategi, artinya peserta didik perlu menempuh dan melakukan hal-hal yang mendukung keberhasilan belajarnya. Hal yang sangat penting dipahami peserta didik antara lain prinsip-prinsip dalam belajar, rencana belajar, sarana belajar, teknik mempelajari buku, membuat catatan pengaturan waktu belajar dan sebagainya.
Berikut merupakan beberapa tips dalam strategi belajar:
1.    Bertanggung jawab atas dirimu sendiri.
Tanggung jawab merupakan tolok ukur sederhana di mana kamu sudah mulai berusaha menentukan sendiri prioritas, waktu dan sumber-sumber terpercaya dalam mencapai kesuksesan belajar.
2.    Pusatkan dirimu terhadap nilai dan prinsip yang kamu percaya.
Tentukan sendiri mana yang penting bagi dirimu.  Jangan biarkan teman atau orang lain mendikte kamu apa yang penting.
3.    Kerjakan dulu mana yang penting.
Kerjakanlah dulu prioritas-prioritas yang telah kamu tentukan sendiri.  Jangan biarkan orang lain atau hal lain memecahkan perhatianmu dari tujuanmu.
4.    Anggap dirimu berada dalam situasi "co-opetition" (bukan situasi "win-win" lagi).
"Co-opetition" merupakan gabungan dari kata "cooperation" (kerja sama) dan "competition" (persaingan).  Jadi, selain sebagai teman yang membantu dalam belajar bersama dan banyak memberikan masukkan/ide baru dalam mengerjakan tugas, anggaplah dia sebagai sainganmu juga dalam kelas.  Dengan begini, kamu akan selalu terpacu untuk melakukan yang terbaik (do your best) di dalam kelas.
5.    Pahami orang lain, maka mereka akan memahamimu.
Ketika kamu ingin membicarakan suatu masalah akademis dengan guru/dosenmu, misalnya mempertanyakan nilai matematika atau meminta dispensasi tambahan waktu untuk mengumpulkan tugas, tempatkan dirimu sebagai guru/dosen tersebut.  Nah, sekarang coba tanyakan pada dirimu, kira-kira argumen apa yang paling pas untuk diberikan ketika berada dalam posisi guru/dosen tersebut.
6.    Cari solusi yang lebih baik.
Bila kamu tidak mengerti bahan yang diajarkan pada hari ini, jangan hanya membaca ulang bahan tersebut.  Coba cara lainnya.  Misalnya, diskusikan bahan tersebut dengan guru/dosen pengajar, teman, kelompok belajar atau dengan pembimbing akademismu.   Mereka akan membantumu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik.
7.    Suasana Hati
Ciptakan selalu mood yang positif untuk belajar. Ini bisa dilakukan dengan menentukan waktu, lingkungan dan sikap belajar yang sesuai dengan pribadimu.
8.    Pemahaman
Tandai informasi bahan pelajaran yang tidak kamu mengerti dalam satu unit.   Fokuskan pada unit tersebut atau melakukan beberapa kelompok latihan untuk unit itu.
9.    Ulang
Setelah belajar satu unit, berhentilah dan ulang bahan dari unit tersebut dengan kata-kata yang kamu buat sendiri.
10.  Telaah
Kembalilah pada unit yang tidak kamu mengerti dan pelajari kembali keterangan yang ada.  Lihatlah informasi yang terkait pada artikel, buku teks atau sumber lainnya, atau diskusikan dengan teman atau guru/dosen.
11.  Pelajari Kembali
Pelajari kembali materi pelajaran yang sudah dipelajari.  Ingatlah strategi yang telah membantu kamu mengerti atau mengingat informasi.  Jadi, terapkan strategi tersebut untuk cara belajarmu berikutnya.









0 komentar:

Posting Komentar

silahkan komentar dengan sopan!