RENCANA
PELAKSANAAN LAYANAN/ SATUAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING
Layanan informasi
1.
Topik Bahasan : Belajar itu asik lo (tidak dapat
menerapkan cara belajar yang baik)
2.
Bidang Bimbingan : Belajar
3.
Fungsi Layanan : Fungsi Pemahaman
4.
Sasaran
Layanan/Semester : Siswa SMP N 19 Semarang/ ......
5.
Tempat Penyelenggaraan : Ruang kelas
6.
Waktu Penyelenggaraan : 1x30 menit
7.
Pihak-pihak yang
Dilibatkan : Siswa
8.
Metode : Diskusi dan
Brainstorming
9.
Tujuan Layanan :
a.
Agar siswa dapat
menerapkan gaya belajar yang sesuai dengan memberikan info tentang gaya belajar
b.
Agar siswa dapat
menerapkan strategi belajar yang sesuai dengan memberikan meteri strategi
belajar
c.
Agar siswa dapat
menerapkan cara belajar yang efektif dengan memberikan metri tentang cara
belajar yang efektif
10. Materi
:
a.
Info mengenali gaya
belajar
b.
Info strategi belajar
c.
Info cara belajar
yang efektif
11. Uraian Kegiatan/Skenario :
a.
Kegiatan
pendahuluan :
1) Salam
2) Berdo’a (agama)
3) Absensi siswa
4) Rapport (memperkenalkan diri dan melakukan game)
5) Motivasi siswa agar
lebih semangat dalam menjalankan aktivitas.
6) Menyampaikan inti dari tujuan bimbingan.
b.
Kegiatan
Inti
:
1)
Mengamati
( learning To know) àBerpikir
a) Menjelaskan cara belajar yang efektif
b) Menjelaskan gaya belajar
c) Menjelaskan strategi belajar
2)
Menanya
( learning To know) à Merasa
a)
Menganalisis gaya
dan strategi belajar yang cocok untuk masing-masing siswa
b)
Memberi pendapat
tentang gaya dan strategi bagi masing-masing siswa
3)
Mengumpulkan Informasi (learning To know)àBersikap
a)
Siswa
menilai cara belajar yang sekarang dilakukan apakah sudah sesuai
b)
Menegaskan
dan memilih strategi dan gaya belajar yang sesuai bagi masing-masing siswa
4)
Mengasosiasi
( Learning to do)àBertindak
a)
Siswa dapat
mengoreksi cara belajar yang tidak sesuai dengan gaya dan strategi belajarnya
b)
Siswa dapat memperbaiki
cara belajarnya yang tidak efektif
5)
Mengkomunikasikan
(learning To Live Together)
àBertanggungjawab
a) Siswa dapat menerapkan gaya dan strategi belajar yang
sesuai
b) Siswa dapat menerapkan cara belajar yang efektif
c.
Kegiatan Penutup :
1) Kesimpulan
2) Do’a
3) Salam
12. Sumber/Bahan, Media,
dan Alat
:
a. Sumber :
1) Buku pedoman: Slameto.2010. belajar & faktor-faktor
yang
mempengaruhinya.
Jakarta: Rineka Cipta
2)
Internet :
b. Media dan alat: LCD, Laptop, dan Power Point
13. Rencana
Penilaian :
a. Penilaian
Hasil
Laiseg :
1) Pengetahuan (Understanding)
2) Sikap/perasaan positif (Comfortable)
3) Ketrampilan/rencana
kegiatan (Action)
Format
penilaian hasil terlampir
b.
Penialaian proses :
Format
penilaian hasil terlampir
14. Catatan
Khusus :
..................., ............................
Mengetahui, Praktikkan,
Guru
Pamong
...................................................... ................................................
Dilampiri
media atau alat
MATERI LAYANAN RANCANGAN PELAKSANAAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING
A. Info mengenali
gaya
belajar
Gaya belajar
adalah cara termudah bagi seseorang untuk belajar dan bagaimana mereka memahami
suatu hal (pelajaran).
Pada setiap
jenis kecerdasan yang dominan dimiliki oleh siswa terdapat ciri bagaimana
mereka melakukan pembelajaran dan ciri tersebut dapat dijadikan salah satu
modal bagi peneliti untuk mengetahui gaya dalam setiap mereka melakukan
pembelajaran atau biasa disebut gaya belajar. Yunsirno (2010: 114) ada tiga tipe
belajar yang dikenal (berdasarkan modalitas belajar) yaitu : Visual,
Auditorial, dan kinestetik.
1.
b.
c.
e.
f.
g.
2.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
3.
b.
c.
d.
e.
f.
B.
Info
strategi belajar
1. Pengertian Strategi
Belajar
Strategi belajar
adalah salah satu cara yang dapat digunakan oleh siswa untuk dapat belajar
mengolah pikiran sendiri. Sedangkan posisi guru, lebih diharapkan mengembangkan
atau mencari alternatif yang digunakan untuk membimbing siswa.
Strategi belajar
mengacu pada perilaku dan proses-proses berpikir yang digunakan oleh siswa
dalam mempengaruhi hal-hal yang dipelajari, termasuk proses memori dan
metakognitif.
Michael Pressley
menyatakan bahwa strategi ini adalah operator-operator kognitif meliputi dan
terdiri atas proses-proses yang secara langsung terlibat dalam menyelesaikan
suatu tugas (belajar).
Strategi belajar
tersebut merupakan strategi-strategi yang digunakan siswa untuk memecahkan
masalah belajar tertentu. Untuk menyelesaikan tugas belajar siswa memerlukan
keterlibatan dalam proses-proses berpikir dan perilaku, membaca sepintas
judul-judul utama, meringkas, dan membuat catatan, di samping itu juga
memonitor jalan berpikir diri sendiri. Nama lain untuk strategi tersebut adalah
strategi kognitif, sebab strategi tersebut lebih dekat pada hasil belajar
kognitif daripada tujuan-tujuan belajar perilaku.
Tujuan utama
pengajaran strategi belajar menurut Wienstein dan Meyer adalah mengajarkan
siswa untuk belajar atas kemauan dan kemampuan diri sendiri. Merupakan hal yang
aneh apabila kita mengharapkan siswa belajar, namun jarang mengajarkan mereka
tentang belajar.
2.
Macam-macam
Strategi Belajar
Pengajaran yang
baik adalah pengajaran yang meliputi mengajar siswa tentang bagaimana belajar,
bagaimana mengingat, bagaimana berfikir dan bagaimana memotivasi diri mereka
sendiri. Pembelajaran strategi lebih menekankan pada kognitif, sehingga
pembelajaran ini dapat disebut dengan strategi kognitif. Strategi belajar dapat
dibedakan menjadi empat macam, yaitu:
a. Strategi Mengulang
(Rehearsal)
Strategi
mengulang terdiri dari strategi mengulang sederhana (rote rehearsal) dengan
cara mengulang-ulang dan strategi mengulang kompleks dengan cara menggaris
bawahi ide-ide utama (under lining) dan membuat catatan pinggir (marginal
note).
b. Strategi
Elaborasi
Elaborasi adalah
proses penambahan rincian sehingga informasi baru akan menjadi lebih bermakna,
oleh karena itu membuat pengkodean lebih mudah dan lebih memberi
kepastian.(Nur,2000:30). Strategi ini dapat dibedakan menjadi : 1). Notetaking
(pembuatan catatan); pembuatan catatan membantu siswa dalam mempelajari
informasi secara ringkas dan padat untuk menghafal atau pengulangan. Metode ini
digunakan pada bahan ajar kompleks, bahan ajar konseptual dimana tugas yang
penting adalah mengidentifikasi ide-ide utama.Membuat catatan memerlukan proses
mental maka lebih efektif daripada hanya sekedar menyalin apa yang dibaca, 2)
Analogi yaitu perbandingan-perbandingan yang dibuat untuk menunjukkan kesamaan
antara cirri-ciri pokok sesuatu benda atau ide-ide, selain itu seluruh cirinya berbeda,
seperti sistem kerja otak dengan komputer dan 3) Metode PQ4R adalah
preview,question, read, reflect, recite dan review. Prosedur PQ4R memusatkan
siswa pada pengorganisasian informasi bermakna dan melibatkan siswa pada
strategi-strategi yang efektif.
c. Strategi
Organisasi
Strategi
Organisasi bertujuan membantu siswa meningkatkan kebermaknaan materi baru,
terutama dilakukan dengan mengenakan struktur-struktur peng-organisasian baru
pada materi-materi tersebut. Strategi organisasi mengidentifikasi ide-ide atau
fakta-fakta kunci dari sekumpulan informasi yang lebih besar. Strategi ini
meliputi : 1). Pembuatan Kerangka (Outlining); dalam pembuatan kerangka garis
besar, siswa belajar menghubungkan berbagai macam topik atau ide dengan
beberapa ide utama, 2). Pemetaan ( mapping) biasa disebut pemetaan konsep di
dalam pembuatannya dilakukan dengan membuat suatu sajian visual atau suatu
diagram tentang bagaimana ide-ide penting atas suatu topik tertentu dihubungkan
satu sama lain, 3) Mnemonics; berhubungan dengan teknik-teknik atau
strategi-strategi untuk membantu ingatan dengan membantu membentuk assosiasi
yang secara alamiah tidak ada. Suatu mnemonics membantu untuk mengorganisasikan
informasi yang mencapai memori kerja dalam pola yang dikenal sedemikian rupa sehingga
informasi tersebut lebih mudah dicocokkan dengan pola skema di memori jangka
panjang. Contoh mnemonics yaitu : a). Chunking (pemotongan) b). Akronim
(singkatan), c). Kata berkait (Link-work) : suatu mnemonics untuk belajar kosa
kata bahasa asing.
d. Strategi
Metakognitif
Metakognitif
adalah pengetahuan seseorang tentang pembelajaran diri sendiri atau berfikir
tentang kemampuannya untuk menggunakan strategi-strategi belajar tertentu
dengan benar.(Arends, 1997:260). Metakognitif mempunyai dua komponen yaitu (1)
pengetahuan tentang kognitif yang terdiri dari informasi dan pemahaman yang
dimiliki seorang pembelajar
tentang proses berfikirnya sendiri dan pengetahuan tentang berbagai strategi
belajar untuk digunakan dalam suatu situasi pembelajaran tertentu, (2)
mekanisme pengendalian diri seperti pengendalian dan monitoring kognitif. (Nur,
2000:41)
1.
Strategi
Belajar Efektif dan Efisien
Belajar efektif
dan efisien memerlukan strategi, artinya peserta didik perlu menempuh dan
melakukan hal-hal yang mendukung keberhasilan belajarnya. Hal yang sangat
penting dipahami peserta didik antara lain prinsip-prinsip dalam belajar,
rencana belajar, sarana belajar, teknik mempelajari buku, membuat catatan
pengaturan waktu belajar dan sebagainya.
Berikut
merupakan beberapa tips dalam strategi belajar:
a.
Bertanggung
jawab atas dirimu sendiri.
Tanggung jawab
merupakan tolok ukur sederhana di mana kamu sudah mulai berusaha menentukan
sendiri prioritas, waktu dan sumber-sumber terpercaya dalam mencapai kesuksesan
belajar.
b.
Pusatkan
dirimu terhadap nilai dan prinsip yang kamu percaya.
Tentukan sendiri
mana yang penting bagi dirimu. Jangan
biarkan teman atau orang lain mendikte kamu apa yang penting.
c.
Kerjakan
dulu mana yang penting.
Kerjakanlah dulu
prioritas-prioritas yang telah kamu tentukan sendiri. Jangan biarkan orang lain atau hal lain
memecahkan perhatianmu dari tujuanmu.
d.
Anggap
dirimu berada dalam situasi "co-opetition" (bukan situasi
"win-win" lagi).
"Co-opetition"
merupakan gabungan dari kata "cooperation" (kerja sama) dan "competition"
(persaingan). Jadi, selain sebagai teman
yang membantu dalam belajar bersama dan banyak memberikan masukkan/ide baru
dalam mengerjakan tugas, anggaplah dia sebagai sainganmu juga dalam kelas. Dengan begini, kamu akan selalu terpacu untuk
melakukan yang terbaik (do your best) di dalam kelas.
e.
Pahami
orang lain, maka mereka akan memahamimu.
Ketika kamu
ingin membicarakan suatu masalah akademis dengan guru/dosenmu, misalnya
mempertanyakan nilai matematika atau meminta dispensasi tambahan waktu untuk
mengumpulkan tugas, tempatkan dirimu sebagai guru/dosen tersebut. Nah, sekarang coba tanyakan pada dirimu,
kira-kira argumen apa yang paling pas untuk diberikan ketika berada dalam
posisi guru/dosen tersebut.
f.
Cari
solusi yang lebih baik.
Bila kamu tidak
mengerti bahan yang diajarkan pada hari ini, jangan hanya membaca ulang bahan
tersebut. Coba cara lainnya. Misalnya, diskusikan bahan tersebut dengan
guru/dosen pengajar, teman, kelompok belajar atau dengan pembimbing
akademismu. Mereka akan membantumu
untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik.
g. Suasana Hati
Ciptakan selalu
mood yang positif untuk belajar. Ini bisa dilakukan dengan menentukan waktu,
lingkungan dan sikap belajar yang sesuai dengan pribadimu.
h. Pemahaman
Tandai informasi
bahan pelajaran yang tidak kamu mengerti dalam satu unit. Fokuskan pada unit tersebut atau melakukan
beberapa kelompok latihan untuk unit itu.
i.
Ulang
Setelah belajar
satu unit, berhentilah dan ulang bahan dari unit tersebut dengan kata-kata yang
kamu buat sendiri.
j.
Telaah
Kembalilah pada
unit yang tidak kamu mengerti dan pelajari kembali keterangan yang ada. Lihatlah informasi yang terkait pada artikel,
buku teks atau sumber lainnya, atau diskusikan dengan teman atau guru/dosen.
k.
Pelajari
Kembali
Pelajari kembali
materi pelajaran yang sudah dipelajari.
Ingatlah strategi yang telah membantu kamu mengerti atau mengingat
informasi. Jadi, terapkan strategi
tersebut untuk cara belajarmu berikutnya.
A. Info cara
belajar yang efektif
Tentu, belajar
juga ada cara-caranya, dan setiap orang pasti berbeda-beda. Beberapa poin emas
tips belajar:
a.
Hari pertama sekolah, ulang kembali pelajaran yang didapat.
Baca secara singkat pelajaran yang akan diajarkan
esok hari buat kerangkanya saja. Begitu pelajaran itu diterangkan esoknya, kamu
sudah punya gambaran. Dan sepulang sekolah kamu tinggal mengulang untuk
bikin kesimpulan atau ringkasan saja.
Usahakan untuk konsentrasi penuh
saat guru mengajar di dalam kelas.Saat guru mengajar di kelas biasanya akan ada
banyak tambahan materi yang lebih dari dalam buku, sehingga akan memperdalam
pemahaman kita.
b. Menulis kembali pelajaran yang telah
diajarkan juga akan membantu, karena sama saja dengan membaca. Setelah membaca ulang pelajaran, cobalah buat
kesimpulan dengan kalimatmu sendiri.
c. Jangan
ragu atau pelit untuk berbagi ilmu dengan teman, ingat ilmu itu semakin dibagi
akan semakin bertambah. Tidak seperti uang, dibagi-dibagi ya ludes. Tambahan, menurut
penelitian, kita akan mengingat 5% dari yang kita dengar, 10% dari yang kita
baca, 20% dari yang kita dengar-baca, 30% dari yang diperagakan, 50% dari
diskusi kelompok, 75% dari yang kita latihan/praktek, 90% dari yang kita ajarkan. Jadi mari berlomba-lomba duluan
belajar, sehingga bisa mengajari teman.
d.
Hindari belajar
mendadak sebelum ulangan karena kurang efektif. Usahakan agar waktu belajar
saat persiapan mau ulangan tidak
terlalu mepet. Jangan lupa untuk selalu buat ringkasan atau kesimpulan pada
setiap pelajaran, kalau perlu pakai tabel atau gambar ilustrasi supaya mudah
diingat. Siang hari
adalah waktu yang tepat untuk belajar.
Jika pada pagi hari kita konsentrasi untuk belajar di sekolah. Maka
pergunakanlah waktu sepulang sekolah untuk megulang kembali pelajaran karena
pikiran masih fresh. Dan pada malam harinya gunakan untuk aktifitas belajar
yang agak ringan, atau mengerjakan pekerjaan rumah. Yang terpenting, hindari
begadang, karena dampaknya kurang baik bagi kesehatan. Badan yang capek akan tidak baik bagi otak kita.
Selain itu konsentrasi juga sulit tercapai. Sebaiknya libur dulu dari acara
yang akan menguras stamina kita sehari menjelang ujian.
e. Usahakan
saat belajar untuk serileks mungkin,
kalau bisasambil ditemani musik.
Musik klasik semacam Mozart atau Beethoven atau mungkin bacaan ayat-ayat suci ,
mungkin bisa dijadikan pilihan. Musik dan juga bacaan ayat suci akan bisa
menambah semangat kamu. Atau jika kamu tipe orang yang susah konsentrasi jika
tidak di tempat sepi sebaiknya belajar tanpa ditemani musik. Jika kamu ingin menghapal, misalnya UUD atau
semacamnya, sebaiknya dilakukan
menjelang tidur. Karena disaat tersebut kamu akan lebih mudah ingat akan
sesuatu yang kamu pelajari saat bangun pagi harinya. Usahakan tidur dalam
kondisi REM (dengan pencahayaan sedikit), sehingga otak kita juga ikut
istirahat.
f. Belajar Kelompok
Bosan belajar sendirian?
Coba saja belajar secara kelompok bareng teman. Dengan belajar kelompok
kegiatan belajar akan menjadi sangat menyenangkan karena ada temannya. Belajar
secara kelompok sebaiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar
bisa termotivasi dan ketularan pintar.
g. Selalu Disiplin Dan Tekun Dalam Belajar
Yang penting di sini
adalah kualitas belajarnya. Walaupun hanya 1-2 jam sehari tapi kalau di lakukan
setiap hari pasti akan lebih baik dari pada belajar dalam waktu yang sangat
lama pada waktu tertentu saja. Misalnya hanya belajar kalau ada ulangan atau
ujian saja.
h. Mind Mapping
Nah, ini metode
terbaru. Terbukti ampuh! Menurut penelitian, mind mapping menyesuaikan
dengan jalan pikiran otak kita yang menyebar, dan garis-garis hubung
menunjukkan syaraf-syaraf otak untuk meneruskan informasi ke bagian memori
jangka pendek. Jika dirasa perlu otak akan melanjutkan ke jangka panjang.
Bahkan jika di ulang-ulang dan sering dilihat-lihat hasil mind mappingnya. Otak bagian
alam bawah sadar akan aktif, dan saat Anda membutuhkan informasi tersebut,
dengan mudah bisa kita sampaikan.